Inilah Alasan Mengapa Audit dan Review Penting untuk Kepercayaan Investor

Dalam dunia bisnis modern, keandalan laporan keuangan menjadi faktor krusial untuk menjaga kepercayaan investor, kreditur, maupun regulator. Laporan keuangan yang akurat membantu perusahaan menunjukkan transparansi dan kesehatan finansialnya. Namun, untuk memastikan laporan tersebut benar dan andal, diperlukan proses verifikasi profesional: audit atau review laporan keuangan.
Kedua istilah ini sering dianggap sama, padahal memiliki perbedaan mendasar dalam tingkat pemeriksaan, tujuan, biaya, serta dampaknya terhadap kepercayaan publik. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan antara audit dan review laporan keuangan, serta mengapa keduanya penting dalam menjaga kredibilitas bisnis.
1. Pengertian Audit dan Review Laporan Keuangan
Audit Laporan Keuangan
Audit laporan keuangan adalah proses pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan keuangan perusahaan oleh auditor independen. Tujuannya memastikan bahwa laporan tersebut disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan tidak mengandung kesalahan material.
Auditor melakukan pengujian mendalam terhadap transaksi, bukti pendukung, serta sistem pengendalian internal perusahaan. Proses ini menghasilkan opini audit yang mencerminkan apakah laporan keuangan menyajikan posisi keuangan perusahaan secara wajar dalam semua hal yang material.
Opini auditor biasanya terdiri dari empat jenis:
- Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion) – laporan dianggap andal.
- Opini Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion) – ada penyimpangan minor, namun laporan tetap andal secara keseluruhan.
- Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion) – laporan keuangan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
- Opini Menolak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion) – auditor tidak dapat memberikan opini karena keterbatasan data atau kendala pemeriksaan.
Review Laporan Keuangan
Review laporan keuangan merupakan bentuk pemeriksaan yang lebih ringan dibanding audit. Proses ini juga dilakukan oleh akuntan publik, tetapi dengan prosedur terbatas. Tujuannya adalah memberikan keyakinan terbatas bahwa laporan keuangan tidak mengandung salah saji material.
Dalam review, auditor tidak melakukan pengujian bukti secara detail, melainkan menggunakan analisis rasio, tanya jawab, dan penelaahan dokumen untuk memastikan kewajaran data.
Hasilnya bukan opini audit, melainkan laporan review yang menyatakan bahwa “tidak ditemukan indikasi salah saji material berdasarkan prosedur terbatas yang dilakukan”.
Perbedaan Tingkat Keyakinan
- Audit memberikan keyakinan tinggi (reasonable assurance).
- Review memberikan keyakinan terbatas (limited assurance).
Dengan kata lain, audit menilai apakah laporan keuangan benar-benar bebas dari kesalahan material, sedangkan review hanya memastikan tidak ada indikasi kesalahan material yang terlihat dari prosedur terbatas.
2. Tujuan dan Tingkat Pemeriksaan
Baik audit maupun review sama-sama bertujuan meningkatkan kredibilitas laporan keuangan. Namun, keduanya memiliki tingkat pemeriksaan yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan dan risiko perusahaan.
Tujuan Audit
Audit bertujuan:
- Menilai kewajaran penyajian laporan keuangan.
- Memastikan laporan disusun sesuai prinsip akuntansi yang berlaku.
- Mendeteksi potensi fraud, kesalahan pencatatan, atau ketidaksesuaian kebijakan akuntansi.
- Memberikan opini independen yang menjadi dasar kepercayaan investor, kreditur, dan regulator.
Audit dilakukan dengan prosedur seperti:
- Pemeriksaan dokumen transaksi (invoice, bukti kas, kontrak).
- Pengujian sistem pengendalian internal.
- Konfirmasi saldo pihak ketiga (misalnya bank atau pelanggan).
- Observasi fisik atas aset seperti persediaan.
Tujuan Review
Tujuan review lebih sederhana:
- Memberikan keyakinan terbatas terhadap kewajaran laporan keuangan.
- Menilai konsistensi penerapan kebijakan akuntansi.
- Mendeteksi anomali atau kesalahan yang tampak mencolok.
Prosedur yang dilakukan auditor saat review antara lain:
- Wawancara dengan manajemen terkait proses akuntansi.
- Analisis perbandingan antarperiode (trend analysis).
- Menelaah catatan pendukung utama tanpa verifikasi mendalam.
Tingkat Pemeriksaan
| Aspek | Audit | Review |
| Tujuan utama | Memberikan opini wajar atas laporan keuangan | Memberikan keyakinan terbatas atas kewajaran laporan |
| Prosedur pemeriksaan | Sangat mendalam dan rinci | Terbatas dan analitis |
| Bukti yang dikumpulkan | Bukti lengkap dan diverifikasi | Bukti terbatas, berdasarkan wawancara dan analisis |
| Hasil akhir | Opini audit | Laporan review |
| Tingkat keyakinan | Tinggi | Terbatas |
Dengan memahami tingkat pemeriksaan tersebut, manajemen dapat menentukan kapan audit diperlukan dan kapan cukup melakukan review.
3. Perbedaan Biaya dan Waktu
Selain perbedaan pada kedalaman pemeriksaan, audit dan review juga berbeda dari segi biaya dan waktu pelaksanaan. Perbedaan ini sangat memengaruhi keputusan manajemen dalam memilih jenis pemeriksaan yang sesuai.
Biaya Audit
Audit memerlukan waktu dan sumber daya yang jauh lebih besar. Auditor perlu meninjau dokumen, menguji transaksi, serta melakukan kunjungan lapangan.
Oleh karena itu, biaya audit biasanya lebih tinggi dan bisa mencapai beberapa puluh juta hingga ratusan juta rupiah tergantung skala perusahaan, kompleksitas laporan, serta jumlah cabang atau unit bisnis yang harus diperiksa.
Audit penuh juga melibatkan lebih banyak staf auditor, termasuk partner, manager, hingga junior auditor, yang menambah total biaya.
Biaya Review
Sementara itu, review lebih efisien dan ekonomis. Karena prosedur yang dilakukan terbatas, biaya jasa akuntan publik untuk review biasanya hanya 30-50% dari biaya audit penuh.
Bagi perusahaan yang baru berkembang atau belum diwajibkan oleh regulasi untuk diaudit, review menjadi pilihan yang hemat tetapi tetap memberikan tingkat keandalan tertentu.
Perbandingan Waktu
- Audit: Umumnya memakan waktu antara 4–12 minggu, tergantung kompleksitas.
- Review: Dapat diselesaikan dalam 1–3 minggu.
Perusahaan yang memerlukan laporan keuangan cepat untuk pengajuan pinjaman atau tender sering memilih review sebagai alternatif sementara sebelum audit tahunan dilakukan.
4. Kapan Audit atau Review Diperlukan
Tidak semua perusahaan wajib diaudit. Kebutuhan audit atau review tergantung pada regulasi, ukuran perusahaan, serta tujuan pengguna laporan keuangan.
Kapan Audit Diperlukan
Audit diwajibkan dalam kondisi berikut:
- Perusahaan publik (Tbk) atau yang terdaftar di bursa efek.
- Perusahaan dengan kewajiban hukum atau perjanjian pinjaman yang mensyaratkan audit tahunan.
- Perusahaan besar dengan aset signifikan, yang memiliki banyak pemangku kepentingan.
- Perusahaan yang menerima dana pemerintah atau investor eksternal.
Audit juga penting dilakukan saat perusahaan:
- Akan melakukan IPO (Initial Public Offering).
- Mengajukan pembiayaan besar ke bank atau lembaga keuangan.
- Mengalami restrukturisasi bisnis, merger, atau akuisisi.
Kapan Review Cukup
Review cocok untuk:
- Perusahaan kecil dan menengah (UMKM) yang belum diwajibkan audit.
- Laporan interim (tengah tahun) yang perlu disampaikan kepada manajemen atau pemegang saham sebelum audit tahunan.
- Kebutuhan internal untuk memantau kinerja tanpa beban biaya besar.
- Persiapan pra-audit, untuk memastikan data keuangan sudah rapi sebelum audit sesungguhnya.
Dengan kata lain, review menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan pelaporan yang akurat dan transparan tanpa harus menanggung biaya besar seperti audit penuh.
5. Dampaknya terhadap Kepercayaan Investor
Investor sangat memperhatikan tingkat keandalan laporan keuangan sebelum menanamkan modalnya. Di sinilah peran audit dan review menjadi krusial.
Dampak Audit terhadap Kepercayaan Investor
Audit memberikan jaminan kredibilitas tinggi. Ketika laporan keuangan telah diaudit oleh pihak independen, investor akan merasa lebih yakin bahwa angka-angka yang disajikan benar dan sesuai standar.
Keuntungan bagi perusahaan yang laporan keuangannya diaudit:
- Meningkatkan reputasi dan transparansi.
- Memudahkan akses pendanaan, karena lembaga keuangan lebih percaya pada data yang telah diaudit.
- Menarik investor baru, karena audit menunjukkan tata kelola yang baik.
- Mengurangi risiko kecurangan internal, karena ada pengawasan dari pihak eksternal.
Audit juga membantu meningkatkan kualitas sistem pengendalian internal, yang pada akhirnya memperkuat kepercayaan pasar terhadap integritas perusahaan.
Dampak Review terhadap Kepercayaan Investor
Meskipun tingkat keyakinannya terbatas, review tetap memberikan manfaat penting:
- Investor dan kreditur mendapat keyakinan dasar bahwa laporan keuangan telah ditelaah oleh profesional independen.
- Cocok untuk perusahaan tahap awal atau berkembang yang ingin menunjukkan komitmen terhadap transparansi tanpa menanggung biaya audit penuh.
- Membantu manajemen mengidentifikasi potensi kesalahan akuntansi lebih awal sebelum audit tahunan dilakukan.
Namun, bagi perusahaan yang sedang mencari modal besar atau ingin go public, review saja belum cukup. Investor institusional biasanya menuntut laporan yang telah diaudit secara penuh untuk memastikan validitas angka dan keandalan sistem keuangan.
Kesimpulan
Audit dan review laporan keuangan sama-sama berfungsi meningkatkan kredibilitas informasi keuangan, namun dengan tingkat pemeriksaan dan keyakinan yang berbeda.
| Aspek | Audit | Review |
| Tingkat keyakinan | Tinggi (reasonable assurance) | Terbatas (limited assurance) |
| Prosedur | Pemeriksaan rinci dan pengujian bukti | Analisis dan wawancara terbatas |
| Biaya dan waktu | Lebih tinggi dan memakan waktu lama | Lebih efisien dan cepat |
| Hasil | Opini audit | Laporan review |
| Tujuan utama | Kepastian kewajaran laporan keuangan | Keyakinan terbatas terhadap kewajaran laporan |
Bagi perusahaan besar atau yang diawasi regulator, audit adalah kewajiban. Sedangkan bagi usaha kecil dan menengah, review bisa menjadi alternatif cerdas untuk membangun kepercayaan pasar dengan biaya efisien.
Yang terpenting, baik audit maupun review menunjukkan komitmen perusahaan terhadap transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance) tiga hal yang menjadi fondasi kepercayaan investor di era bisnis modern.
Tingkatkan kemampuan Anda dalam memahami dan mengelola laporan keuangan dengan mengikuti pelatihan profesional yang dirancang khusus untuk praktisi bisnis dan keuangan. Kuasai teknik analisis, penyusunan, serta interpretasi laporan keuangan agar keputusan bisnis Anda semakin akurat dan strategis. Klik tautan ini untuk melihat jadwal terbaru dan penawaran spesial.
Referensi:
- Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Audit (SA) dan Standar Review (SR).
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Panduan Pemeriksaan Laporan Keuangan Emiten.
- Arens, A. A., Elder, R. J., & Beasley, M. S. (2020). Auditing and Assurance Services: An Integrated Approach. Pearson.
- Messier, W. F., Glover, S. M., & Prawitt, D. F. (2021). Auditing and Assurance Services. McGraw-Hill Education.
- Investopedia. “Audit vs Review of Financial Statements” (2024).